Cara Riset Keyword yang sudah kami praktekan 8 tahun lebih

riset kata kunci

Riset Keyword adalah pondasi dari pekerjaan SEO yang anda lakukan. Tanpa proses riset keyword yang benar. Sangat kecil kemungkinan bagi anda untuk sukses mendapatkan trafik mengandalkan SEO Organik.

Sebagai Konsultan Jasa SEO seharusnya selalu memberikan masukan agar keyword klien yang dioptimasi benar-benar keyword yang layak untuk dioptimasi.

Nah, untuk memastikan anda melakukan riset keyword dengan cara yang benar. Pada kesempatan ini kami sudah menulis sebuah artikel Panjang terkait riset keyword ini.

Tentunya kami berharap tulisan ini benar-benar berguna bagi anda.

Head Keyword Vs Longtail Keyword

Untuk hasil yang maksimal. Anda harus memprioritaskan optimasi Longtail Keyword dibandingkan dengan Head Keyword. Selain persaingannya lebih rendah, longtail keyword cenderung lebih spesifik sehingga memiliki “search intent” untuk membeli atau melakukan sesuatu secara spesifik.

Longtail keyword biasanya terdiri dari 4 – 7 kata lebih perkeywordnya.

Contohnya :

Lontail Keyword : “Cara melakukan riset keyword untuk toko online

Head Keyword : “riset keyword

Head Keyword cenderung lebih umum dan tidak spesifik. Sehingga konversi dari keyword ini relatif rendah dibandingkan dengan longtail keyword.

Pada saat pengguna internet mengetikan longtail keyword di google, biasanya mereka sedang mencari solusi yang spesifik terkait masalah yang sedang mereka hadapi.

Berbeda dengan Head Keyword yang cenderung lebih umum. Bisa saja mereka sedang mencari arti dari keyword tersebut atau hanya sekedar ingin tahu tentang keyword tersebut. Head Keyword tidak memiliki “commercial intent” yang bagus.

Menariknya, longtail keyword tidak saja memiliki “search intent” yang bagus, tetapi cenderung lebih mudah untuk mendapatkan peringkat dihasil pencarian Google. Karena kompetisi di SERP lebih ringan dibandingkan head keyword.

Volume Pengunjung Vs Penghasilan, mana yang lebih penting.

Ada banyak klien SEO kami yang minta optimasi keyword tertentu dengan volume pencarian yang “wow” namun potensial penghasilannya sangat kurang.

Terkadang sebagian dari mereka mau diingatkan, namun sebagian yang lain lebih cenderung dengan keyword volume pencarian tinggi tersebut.

Misalnya :

Anda ingin optimasi keyword “usaha yang menjanjikan”. Saat ini volume pencariannya berkisar antara 60.000 hingga 65.000,- pencarian setiap bulannya.

Ini bukanlah jumlah yang sedikit. Akan tetapi, disisi lain ada keyword dengan jumlah pencarian bulanan yang relative sedikit, sebut saja keyword “jasa pindahan rumah Jakarta”, mungkin hanya berkisar antara 300 – 500 pencarian perbulan.

Namun, jika dibandingkan dengan baik. Kira-kira keyword mana yang memiliki potensi penghasilan yang lebih besar jika diasumsikan keduanya berhasil mencapai halaman 1 Google.

Jika 10% dari potensi pengunjung dari keyword “jasa pindahan rumah Jakarta” yang berhasil dikonversi menjadi pelanggan, kira-kira berapa potensi penghasilannya?

Inilah mengapa kami selalu menyarankan kepada setiap klien seo kami agar menargetkan keyword yang nilai “commercial intent”nya lebih baik.

Jangan hanya tergiur dengan volume pencarian. Karena itu hanyalah jebakan. Selain “commercial intentnya” lebih rendah, persaingannya juga sangat ketat.

Silahkan buktikan jika anda tidak yakin dengan kami.

Traffic Intent : Pasif Vs Aktif

Penting sekali bagi anda untuk mengetahui minat pengunjung anda saat mereka berkunjung ke website anda. Anda harus mengetahui apakah mereka siap untuk membeli sesuatu atau sekedar berkunjung untuk membaca konten anda dikomputer kantor mereka.

Ini artinya, setiap keyword yang akan dioptimasi perlu dipelajari secara mendalam. Apakah keyword tersebut memiliki search intent yang relevan dengan model bisnis anda atau tidak.

Pengunjung yang memiliki search intent dengan model bisnis anda, maka mereka kita sebut dengan Traffic Active. Sedangkan mereka yang tidak relevan kita sebutkan dengan Traffic passive.

Active cenderung lebih siap untuk membeli saat ini juga. Sedangkan passive, mereka cenderung hanya sekedar mencari informasi dan sama sekali tidak berminat untuk membeli sesuatu saat ini.

Beberapa ciri ciri keyword yang memiliki nilai “commercial intent” aktif diantaranya menggunakan beberapa kata berikut :

  • Diskon
  • Promo
  • Jual
  • Beli
  • Review
  • Terbaik
  • dan Harga

Sedangkan passive search intent cenderung sedang mencari pengetahuan atau informasi seputar sesuatu. Biasanya keyword yang mereka gunakan memiliki tanda seperti yang kami sebutkan dibawah ini :

  • Bagaimana cara
  • Panduan membuat
  • Belajar
  • Cara memasang
  • Apa itu
  • Kenapa
  • Siapa
  • Dan lain sebagainya.

Lalu, apakah ini berarti anda hanya diharuskan untuk menargetkan keyword dengan nilai “commercial intent” yang bagus?

Pada dasarnya tidak. Anda tetap saja boleh manargetkan keyword-keyword tersebut. Hanya saja, memprioritaskan keyword-keyword dengan nilai “commercial intent” yang bagus adalah pilihan yang sangat tepat.

Khusus bagi anda yang masih bingung bagaimana menyertakan keyword ke dalam artikel sehingga enak dibaca, silahkan baca juga tulisan kami tentang : Cara menulis artikel yang enak dibaca + informatif

Evergreen Keyword Vs Seasonl Keyword

Ini adalah bagian lain yang juga harus anda ketahui ketika ingin melakukan riset keyword. Anda harus bisa membedakan mana yang evergreen keyword dan mana yang seasonal keyword.

Evergreen keyword adalah keyword yang dicari orang sepanjang masa. Terkadang juga disebut dengan keyword abadi. Contohnya : Obat Asam urat.

Kenapa kami katakan keyword “obat asam urat” termasuk pada kategori evergreen keyword?

Karena sampai kapanpun selama dunia ini ada, akan selalu ada orang yang terjangkiti penyakit asam urat dan berusaha untuk sembuh darinya. Sehingga akan ada terus yang mencari informasi menggunakan keyword tersebut

Sedangkan Seosonal keyword adalah keyword yang ada masa expirednya. Ada masanya. Keyword ini cenderung memiliki batas waktu. Setelah batas waktunya lewat, maka keyword ini sudah tidak lagi yang mencarinya.

Misalnya keyword “peluang usaha 2018”. Mungkin pada tahun 2018 keyword ini cukup popular dan banyak yang mencarinya. Namun, karena saat ini sudah tahun 2019, maka tidak akan ada lagi pengguna internet yang akan mencari menggunakan keyword tersebut.

Maka, berhati-hatilah dalam memiliki keyword untuk anda optimasi menggunakan SEO.

Lalu, bagaimana cara kita menilai sebuah keyword?

Salah satu cara termudah untuk menilai sebuah keyword tersebut bernilai atau tidak adalah dengan melihat nilai PPC. Semakin besar nilai PPC menunjukan semakin banyak advertiser yang menargetkan keyword tersebut.

Jika keyword tersebut banyak ditarget, sangat wajar kita menduga kalua keyword tersebut sudah memberikan hasil yang memuaskan pada para advertiser tersebut.

Hal lain yang menentukan nilai dari sebuah keyword adalah CTR. Data ini bisa anda dapatkan jika anda menggunakan Google Adword. Namun, jika anda tidak menggunakan google adword, anda tetap bisa mendapatkan data ini dengan menggunakan Ahrefs berbayar.

Semakin tinggi CTRnya, maka semakin layak keyword tersebut untuk dioptimasi menggunakan SEO Organik. Karena, pada banyak kasus. Pengguna lebih suka menge-klik hasil pencarian organic dibandingkan dengan iklan. Ini bukan dugaan, tetapi fakta yang didukung oleh data.

Alat riset keyword

Oke. Kita sudah bicara banyak hal terkait komponen dasar sebelum melakukan riset keyword.

Mulai dari lontail keyword vs head keyword, volume pencarian vs potensi penghasilan, Search Intent hingga cara menilai sebuah keyword layak dioptimasi atau tidak.

Nah, sekarang kita akan masuk pada tahapan berikutnya. Alat apa yang bisa anda gunakan untuk melakukan riset keyword ini.

Ya, benar sekali. Kita tidak bisa melakukan riset keyword tanpa bantuan tool. Berbayar maupun gratisan. Misalnya untuk mengetahui volume pencarian, kita butuh tool khusus untuk mengetahuinya.

Sekarang silahkan simak beberapa alat riset keyword yang bisa anda gunakan.

1. Riset keyword dengan alat “Keyword Everywhere”

Tool riset keyword yang satu ini bisa anda gunakan secara gratis. Tool ini dibuat berupa Extension Chrome maupun Mozilla. Silahkan download extension ini di website Keyword Everywhere

Setelah download, anda bisa langsung install extension chrome ini.

Jika anda sudah berhasil install, selanjutnya jangan lupa untuk melakukan beberapa konfigurasi dasar agar sesuai dengan kebutuhan anda.

Silahkan lihat panduan seperti dibawah ini

Setelah berhasil installasi, kunjungi lagi alamat website : Keywordseverywhere.com dan klik “Get Free API Key”. Anda akan diarahkan kehalaman seperti yang terlihat dibawah ini

API Key Everywhere

Masukan alamat email valid dan centang “I agree to the Terms of Service & Privacy Policy” dan “I agree to sign-up for the monthly newsletter”, kemudian jangan lupa klik tombol “Email Me The Free API Key”

Cek API Key yang sudah dikirimkan via email. Untuk konfigurasi selanjutnya, klik icon “K” pada sudut kanan atas browser, maka akan muncul halaman seperti dibawah ini.

Pengaturan Keyword Everywhere

Masukan API Key yang sudah anda dapatkan dibagian form API Key. Kemudian klik “Validate”.

Khusus untuk anda yang berada di Indonesia, kami sarankan untuk memilih bagian countrynya “Global” karena memang belum ada yang khusus Indonesia.

Dibagian metrics, anda bisa centang bagian-bagian yang ingin dimunculkan saat anda melakukan riset keyword. Beberapa yang kami aktifkan adalah volume, CPC, Competition dan Highlight Volume > 1000

Jika proses pengaturan sudah selesai, anda bisa mencobanya dengan membuka www.google.co.id di tab browser yang baru. Ketikan keyword yang anda inginkan, misalnya kita ketikan keyword “cara riset keyword” maka akan muncul hasil seperti dibawah ini.

Cara riset keyword dengan Keyword Everywhere

Kita mendapatkan informasi volume pencarian : 590/month, CPC : Rp. 8443 dan Competition : 0.07 dan biasanya dibagian kanan dan bawah juga ada daftar keyword yang berhubungan dengan keyword ini.

Silahkan dicoba.

Ahrefs (Tool riset keyword berbayar)

Ahrefs adalah salah satu alat yang sangat powerful. Tidak saja untuk melakukan riset keyword, tetapi juga untuk keperluan lain. Seperti spy backlink kompetitor, konten dan lain sebagainya.

Jika anda punya budget yang cukup, kami sarankan untuk membeli versi premium dari tool ini.

Sebenarnya melakukan riset keyword menggunakan Ahrefs relatif lebih mudah. Namun, bagi anda yang masih bingung, mungkin artikel Cara riset keyword menggunakan Ahrefs ini bisa membantu anda.

SEMRush (Tool Berbayar)

Sama halnya dengan Ahref, SEMRush juga digunakan untuk melakukan riset keyword. Menggunakan tools ini anda bisa tahu keyword yang ditargetkan oleh competitor, sehingga anda bisa melakukan hal yang sama untuk mendapatkan hasil yang sama atau lebih.

Sayangnya, harga tool yang satu ini relative mahal. Sehingga tidak terlalu efektif kalau hanya digunakan untuk riset keyword doank. Kami sendiri jarang sekali menggunakan tools yang satu ini. Bukan karena tidak bagus, tetapi budgetnya yang terlalu tinggi, sementara kita bisa menggunakan tools powerful seperti Ahrefs.

Keyword Revealer

Alat riset keyword yang lain adalah keyword Revealer. Tool ini juga sangat bagus untuk menemukan keyword keyword potensial yang akan anda target untuk dioptimasi.

Harga tool riset keyword ini relative terjangkau untuk ukuran UKM Indonesia. Kami juga sangat menyarankan agar anda menggunakan tools ini.

Tool keyword revealer juga sangat mudah digunakan, sehingga tidak perlu kami buatkan pandua riset keywordnya secara khusus.

Memilah dan memilih keyword

Setelah anda berhasil menemukan keyword yang memiliki search intent relevan dengan model bisnis anda, selanjutnya yang harus dilakukan adalah memilah dan memilih keyword mana yang akan dioptimasi terlebih dahulu dan bagaimana cara optimasinya di website.

Kami sendiri, saat sudah menemukan keyword yang akan dioptimasi, selanjutnya yang dilakukan adalah memilih keyword yang volume pencariannya paling banyak dan persaingan paling berat untuk dioptimasi dibagian homepage website.

Kenapa?

Karena pada sebuah website, homepage adalah halaman yang paling kuat. Sehingga sangat mungkin keyword kompetitif tersebut bisa diranking lebih cepat saat dioptimasi bagian homepagenya ketimbang halaman lain.

Sementara keyword-keyword yang lain bisa dioptimasi pada halaman khusus yang nantinya kita buatkan untuk masing-masing keyword tersebut.

Kesimpulan terkait Riset Keyword

Kita sepakat, riset keyword adalah pondasi dalam proses SEO. Jika pondasi ini rapuh, maka proses SEO yang anda lakukan sebenarnya juga dimulai dengan cara yang rapuh pula. Peluang gagalnya lebih besar.

Oleh karenanya, penting bagi anda untuk menginvestasikan waktu dan sebagian uang untuk menemukan keyword-keyword potensial sehingga benar-benar berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan usaha anda secara online.

Jika anda memilih keyword yang salah, maka sebenarnya anda memilih untuk gagal dalam proses SEO Organik.

Semoga artikel cara riset keyword yang benar bagi pemula ini bermanfaat untuk anda

Sumber : SEOPlatinum ID

Posted in SEO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *